Puisi - Kegelapan Hati
--Kegelapan hati--
Kini penyangga itu semakin berongga
Begitu lebarnya hingga ku tak mampu menahannya lebih lama lagi
Sudah tak mampu kurasa lagi apa yang terjadi
Sudah tak sanggup lagi kubayangkan apa yang akan terjadi kedepan
Satu persatu, mereka yang kusayang pergi meninggalkanku
Kenapa mereka?
Berkata kalau sedih, namun masih bisa terbahak-bahak
Takkan ku berprasangka
Aku masih termenung dalam duka kesedihan
Hidup dalam neraka ini
Benar-benar telah merubah pola pikirku
Aku ingin juga keluar dari neraka ini bersamamu, sahabatku
Aku sudah tidak lagi memiliki siapapun disini
Namun, hanya satu yang memberatkan hatiku untuk pergi dari sini
Orang tua,
Dua orang yang senantiasa membantuku
Kesedihan yang tak mampu kutanggung, mereka tanggung
Air mata yang kuteteskan, mereka teteskan juga
Mereka mengobati lukaku dengan senyuman hangat
Do’a senantiasa mereka sanjungkan kepada Allah dan para nabi
Demi kebahagiaanku,
Aku malu,
Orang tuaku bisa bangkit demi aku , bisa selalu tersenyum menghiburku
Memeluk hangat tubuhku yang bahkan kadang lupa akan kebaikan hati mereka
Aku telah kehilangan arah
Sudah tak mampu lagi kukendalikan perasaan ini,
Sudah tak mampu lagi kutahan gejolak yang menyerang hatiku
Karena setiap hari yang kulihat hanya kepura-puraan
Karena setiap saat yang kulihat hanyalah kesendirian
Komentar