CERBER - AKU INGIN BERMAIN SEKALI LAGI ( one more chance ) - Chapter 5 Kenangan Terindah

CHAPTER 5

KENANGAN TERINDAH


Beberapa minggu telah berlalu semenjak kelulusan, tak terasa waktu berputar begitu cepatnya aku terlalu sibuk dengan persiapan tes masuk universitas.. Saat itu, aku sedang bersiap untuk pergi dengan Ran. Dia mengajakku ke Surabaya Mall. Saat itu kuturuni anak tangga satu-persatu, tiba-tiba kepalaku pusing, semua tampak berputar. Aku hampir kehilangan keseimbanganku, untung saja aku berpegang pada tiang tangga. Perlahan aku menuruni anak tangga, kemudian berpamitan kepada mama. Sesampainya di depan rumah, ternyata bukan hanya Ran yang datang, tetapi Abi juga. Ada apa ini? Pikirku.
Abi ? “, kataku tersenyum.
“ Maaf ya, tiba-tiba aku mengganggu kencan kalian “, goda Abi
“ Apaan sih, ”, kata Ran nyengir
“ Nggak apa-apa kok, beneran deh ”, kataku.
Setelah itu, kami segera berangkat. Sesampainya di Mall, kami memutuskan untuk nonton, setelah itu makan bersama, sampai akhirnya kami memutuskan untuk berfoto ria di Photostudio . Aku yang sebenarnya meminta mereka berfoto bersama, karena aku baru sadar bahwa selama ini kami belum memiliki satu foto bersama pun. Saat akan pulang, Abi meminta ijin kepada Ran untuk mengajakku lagi mampir ke suatu tempat, Ran sepertinya memahami maksud Abi. Dia akhirnya pamit dan memelukku. Setelah Ran pergi, tiba-tiba Abi menarik tanganku dan mengajakku berlari. Aku tidak tahu akan dibawa kemana oleh Abi, kami berlari keluar Mall menuju ke arah kanan, memotong jalan, menaiki jembatan, kemudian kami terus berlari hingga memasuki kawasan SMA Kompleks Ternama di Surabaya, kulihat ada lapangan basket yang menyambut kami.
“ Hah... Hah... Hah... kamu mau bawa aku kemana sih, Bi? Aku benar-benar lelah “, kataku yang sudah tidak kuat berdiri, namun terus kupaksa tubuhku untuk tetap tegak berdiri. Aku tidak ingin Abi cemas dengan kondisiku.
“ Maaf ya, Sof. Aku buat kamu berlari sejauh ini, tetapi aku ingin mengajakmu kesini “, kulihat dia memasuki area lapangan basket itu, aku mengikutinya. Kulihat sekeliling, begitu manis, dikelilingi taman-taman hijau. Pemandangan yang sudah jarang kujumpai di Kota padat seperti kotaku ini.
“ Aku yakin, kamu pasti merindukan ini. Pantulan bola yang berpadu dengan gemericit sepatu. Ayo kita bermain lagi, kita main Shoot di two point area saja, ya. Sengaja kupilihkan tempat ini, karena aku tahu kalau lapangan disini tidak terlalu panas, sehingga kamu tidak akan terlalu lelah. “, dia berlari ke kiri, tak beberapa lama kemudian dia meembawa bola basket. Kupegang bola itu, kuraba perlahan, permukaannya yang kasar, Ya Allah, aku benar-benar rindu.
Tak kuasa ku menahan tangis, `terima kasih ya, Bi.
“ Terima kasih banyak “, seraya berjalan ke area two point. Ku pantulkan bola dan bersiap melakukan shoot. Kulihat bola melambung, tapi sayangnya meleset. Kucoba sekali lagi, namun tetap sama. Kucoba sekali lagi, tetapi tetap saja meleset. Kenapa ini? Kenapa tidak ada satupun tembakanku yang masuk. Melihat gelagatku yang kesal, Abi menghampiriku.
“ Kenapa, Sof? “,
“ Kenapa, bolaa yang kushoot tidak ada yang masuk, padahal biasanya masuk. Aku kesel, Bi. Aku kesel, “,
“ Bermain basket itu bukan sekadar memasukkan bola ke dalam ring, Sofia “
“ Tapi tetap saja, tetap saja aku kesel “, aku mengambil bola yang ada di depanku, tetapi tiba-tiba aku terjatuh. Aku tidak merasa menyandung apapun. Aw. Sakit sekali. Tiba-tiba tanganku mati rasa, kenapa ini ya Allah, aku tidak ingin terus begini. Aku takut.
“ Kamu tidak apa-apa, Sof “, kata Abi menghampiriku.
“ Aku mau pulang saja, Bi. Maaf ya, permainan ini kita sudahi saja,  kataku menangis. Aku menangis di tengah lapangan itu, aku sedih dengan kondisiku yang seperti ini. Abi langsung memelukku dan menenangkan perasaanku. Setelah itu, kami berjalan menyusuri taman prestasi, kemudian Abi mengajakku duduk sejenak, menanyakan apakah aku lelah atau merasa sakit. Dia berlari ke seberang jalan, kulihat dia membeli 2 air mineral, kemudian dia berlari menghampiriku. Dan memberiku air itu. Kuteguk perlahan, rasanya begitu menyegarkan.
 


Silakan Beri Komentar Anda :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPSI ( Cerita Pendek Puisi )

Aku dan anak-anak yang digusur - true story

Puisi - curahan hati