AKU BANGGA MENJADI BAGIAN DARI INDONESIA




Aku mungkin bukanlah seseorang yang berprestasi tinggi hingga mengharumkan nama bangsa ini. Aku mungkin bukan salah satu dari generasi muda yang unggul dalam suatu bidang yang mampu berinovasi demi pembangunan Bangsa Indonesia. Aku mungkin bukan seseorang yang pintar menarik perhatian masyarakat sehingga aku bisa menanamkan karakter cerdas yang tak mudah terprovokasi oleh isu. Aku hanyalah anak muda biasa dari ribuan teristimewa.

Dua puluh tahun sudah waktu yang kulalui dengan negaraku, Indonesia. Lahir, tumbuh, dan berkembang selaras dengan pembangunan bangsa yang semakin maju membuatku selalu terngiang akan masa lalu negaraku yang hebat ini.
17 Agustus 1945 adalah awal dari perjuangan kita yang sesungguhnya. Para pahlawan telah mengorbankan jiwa dan raga demi kebebasan dan kesejahteraan kita. Tak terhitung berapa banyak pahlawan yang gugur sebelum, saat, dan sesudah masa proklamasi itu. Tak terkira berapa banyak air mata yang ditumpahkan oleh ibu pertiwi melihat kesengsaraan orang-orang terdahulu sebelum, saat, dan sesudah masa proklamasi kemerdekaan. Tak terhitung berapa besar pengorbanan mereka, harta, waktu, bahkan hidup mereka demi kemerdekaan Republik Indonesia. Hanya demi jaminan kehidupan yang lebih layak bagi generasi penerus Bangsa Indonesia.
  Sadarkah kita, mereka bahkan tidak meminta imbalan kepada kita generasi penerus. Dengan hati penuh semangat merah putih dan keihklasan yang tanpa batas mereka memberi kita kesempatan untuk hidup dengan kaki kita sendiri. Ingatkah kita, kalau selama ini kita berdiri di atas darah dan tulang-tulang mereka ? Tahukah kita, bahwa harapan mereka demi Bangsa Indonesia yang sejahtera ditopangkan di pundak kita semua ?
17 Agustus bukan hanya sekadar seremonial. Upacara pengibaran bendera merah putih bukanlah satu-satunya bentuk dedikasi kita kepada Bangsa ini. Tetapi itu adalah sebuah momentum besar untuk terus diingat Bangsa, bahwa kita berhasil lepas dari penjajah. Ini bukan hanya tentang perayaan besar dalam satu hari tetapi bagaimana kita bisa memaknai dan memahami semangat perjuangan kemerdekaan di kala itu dalam setiap hembusan nafas kehidupan.
17 Agustus memang hanya 1 hari dalam 365 hari, tetapi bagi kita, Bangsa Indonesia. 17 Agustus adalah 24 jam, 365 hari, dan selamanya.
Kita tidak boleh dulu terlena. Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Pertempuran kita belum selesai, kawan. Ribuan bahaya, ancaman, dan hasutan terus menyerbu kekokohan semangat 45. Darah juang pahlawan yang terus diwariskan kepada kita tidak boleh padam. Kita harus bisa bangun dan lepas dari belenggu masalalu.
Aku merindukan semangat juang 45 yang menggaung diseluruh penjuru negara ini. Aku menantikan gebrakan semangat yang membawa Indonesia selalu jaya. Aku berikhtiar untuk terus berdedikasi demi bangsaku walau tak banyak yang bisa kulakukan. Paling tidak untuk keluargaku, sahabatku, temanku, dan lingkunganku. Tidak pernah padam keyakinan akan geliat maju Bangsaku. INDONESIA BISA!
Kita harus bisa melihat Bangsa Indonesia dengan berbagai sudut pandang. Kita harus bisa memilah ketika mendapat informasi dari berbagai sumber. Kita harus bangga dengan budaya, bahasa, bahkan gaya khas tiap daerah yang luhur. Yang terutama kita harus percaya kepada potensi anak bangsa. Potensi kita mengelola, membangun, memberikan kesejahteraan yang seadil-adilnya bagi rakyat.
Sehingga seluruh elemen masyarakat mampu mematri dalam hati mereka, AKU BANGGA MENJADI BAGIAN DARI INDONESIA :D.


Silakan Beri Komentar Anda :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPSI ( Cerita Pendek Puisi )

Aku dan anak-anak yang digusur - true story

Puisi - curahan hati