Postingan

CERBER - AKU INGIN BERMAIN SEKALI LAGI ( one more chance ) - Chapter 7 Kado Spesial

Gambar
CHAPTER 7 KADO SPESIAL Keesokan harinya, Abi datang mengunjungiku. Aku memintanya untuk mengajakku berkeliling di taman rumah sakit. Aku merassa begitu bersyukur masih bisa menghirup udara bebas disini. Kulihat sekeliling, banyak orang berlalu lalang. Ada beberapa suster yang berjalan melewati kami, mereka tersenyum kepada kami. “ Bungkusan apa yang kamu bawa dari tadi, Sof? ”, tanya Abi heran. “ maksudmu ini? ”, kata Sofi menunjukkan sebuah tas kertas bewarna biru. “ Besok adalah hari dimana aku dioperasi, aku ingin memberikan hadiah kepada mereka yang berarti untukku, termasuk kamu, Bi ”, kataku seraya mengeluarkan kotak kecil yang dibungkus kertas kado bewarna biru laut.

CERBER - AKU INGIN BERMAIN SEKALI LAGI ( one more chance ) - Chapter 6 April Merah

Gambar
CHAPTER 6 APRIL MERAH  Disuatu pagi, ketika aku dan Abi pergi melihat pentas seni bertema APRIL MERAH di gedung budaya milik dinas kebudayaan, “ Bi, Apa Mira itu berarti untukmu ? “, tanyaku penasaran. “ Kenapa kamu membahas hal itu lagi sih, Sof? Sudah kubilang kan, dia itu adalah temanku dulu, kami hanya berteman, aku menyayanginya sebagai teman. Kamu gak percaya sama aku? ”, kata Abi, sepertinya dia agak kesal. “ Apa kamu yakin ? “ “ Kamu itu kenapa sih, Sof? Terserah kamu deh. “ “ Kamu marah ya? “, kataku

AKU BANGGA MENJADI BAGIAN DARI INDONESIA

Gambar
Aku mungkin bukanlah seseorang yang berprestasi tinggi hingga mengharumkan nama bangsa ini. Aku mungkin bukan salah satu dari generasi muda yang unggul dalam suatu bidang yang mampu berinovasi demi pembangunan Bangsa Indonesia. Aku mungkin bukan seseorang yang pintar menarik perhatian masyarakat sehingga aku bisa menanamkan karakter cerdas yang tak mudah terprovokasi oleh isu. Aku hanyalah anak muda biasa dari ribuan teristimewa.

CERBER - AKU INGIN BERMAIN SEKALI LAGI ( one more chance ) - Chapter 5 Kenangan Terindah

Gambar
CHAPTER 5 KENANGAN TERINDAH Beberapa minggu telah berlalu semenjak kelulusan, tak terasa waktu berputar begitu cepatnya aku terlalu sibuk dengan persiapan tes masuk universitas.. Saat itu, aku sedang bersiap untuk pergi dengan Ran. Dia mengajakku ke Surabaya Mall. Saat itu kuturuni anak tangga satu-persatu, tiba-tiba kepalaku pusing, semua tampak berputar. Aku hampir kehilangan keseimbanganku, untung saja aku berpegang pada tiang tangga. Perlahan aku menuruni anak tangga, kemudian berpamitan kepada mama. Sesampainya di depan rumah, ternyata bukan hanya Ran yang datang, tetapi Abi juga. Ada apa ini? Pikirku.

Surat terakhir

Gambar
Assalamualaikum, wahai bidadari surgaku Kau tahu, Aku adalah pria yang beruntung Mendapatkan wanita baik, wanita yang tegar, dan istimewa seperti dirimu Seorang wanita yang membuat hariku penuh warna Tak ada apapun di dunia ini yang lebih penting darimu Bahagiamu adalah bahagiaku Dukamu adalah dukaku Kesejahteraanmu adalah kewajibanku

CERBER - AKU INGIN BERMAIN SEKALI LAGI ( one more chance ) - Chapter 4 Aku Tidak Sehat

Gambar
 CHAPTER 4 AKU TIDAK SEHAT Mama, dan Papa berkonsultasi dengan dokter Hendra, aku juga melakukan serangkaian check yang cukup panjang dan melelahkan, padahal tes sebelumnya yang kuingat tak selama ini, ya sudahlah. Setelah itu, aku kembali ke kamarku, dan aku melihat seseorang yang selama ini kunantikan kehadirannya. “ Abi, kenapa kamu ada disini? “, aku benar-benar terkejut, bagaimana Abi tahu kalau aku ada di rumah sakit. Lalu, kenapa aku tak melihat Mira, Aneh.... “ Kenapa kamu tak memberitahuku kalau kamu sakit? Kenapa Sof? Apa aku bukan lagi sahabatmu ?“, Abi tiba-tiba marah dan bertubi-tubi memberiku pertanyaan yang sulit untuk kujawab.

CERPEN - Persimpangan CInta

Gambar
PERSIMPANGAN CINTA Ini adalah sepenggal titik perjalanan cintaku yang mampu keceritakan kepadamu. Dalam keheningan malam, aku menghabiskan waktu untuk berpikir. Berpikir tentang hubungan kita. Iya, kau dan aku, sambil menatap langit hitam tanpa bintang aku terus membayangkan bagaimanakah jalan cerita cinta kita berlanjut. Akankah cintaku kau terima, ataukah ini hanya cinta dalam diamku saja. Entahlah, karena kita jarang bertemu. Usia, membuat kita semakin jauh. Aku terus berdiri di persimpangan dua arah, menunggumu atau melepaskanmu. Sejujurnya aku berharap kau berkata kepadaku untuk menunggumu. Tetapi kau bahkan tak menyapaku. Tetapi, jika aku memilih jalan untuk melepaskanmu, hatiku terus meronta. Ia menolak dengan keras keputusanku. Karena itulah aku terus berdiri di persimpangan jalan.