Postingan

Memoar Braile - Chapter 2

Gambar
CHAPTER 2 DIA MEREBUT HATIKU Aini yang menggunakan pakaian berwarna pink pastel duduk di depan kaca berusaha merapikan jilbabnya, ia bersiap menuju ke Yayasan Pelita Harapan Surabaya, yayasan ini bernaung dalam penanganan anak-anak difabel. Aini menjadi sukarelawan di yayasan ini sejak tahun lalu. Ia tahu tentang Yayasan ini ketika ia sedang melakukan perjalanan ke arah Surabaya Utara untuk mencari jejak Bram. Waktu itu, Aini berhasil menyelamatkan Ibu pemilik yayasan yang hampir saja kecopetan. Kemudian, ibu itu mengajak Aini untuk main ke yayasannya. Disitulah pertama kalinya Aini mengenal dunia yang lain dari dunianya. Ia yang sebelumnya merasa hanya dirinyalah yang   mendapat banyak kesulitan menjadi sadar bahwa masih banyak yang lebih sulit dari yang dialaminya. Namun anak-anak disini tak pernah menampakkan wajah cemberut ataupun air mata. Dimana-mana hanya terdengar tawa dan teriakan-teriakan khas anak-anak yang asyik bermain. Hal itulah yang membuat Aini...

Memoar Braile - Chapter 1

Gambar
Kilas Balik di Masa Lalu   “ When the sun is reluctant to shine , let it go moonlight replace “ Kisah ini tentang dua manusia yang dipertemukan dalam benang takdir yang tak terduga. Ketika seorang wanita mencari cinta ibunda tercintanya yang kemudian dipertemukan dengan pemuda tampan yang rapuh. Pertemuan mereka membawa kisah yang berlanjut dalam kehidupan mereka.

Renungan

Gambar
InSelf Oleh : Febrina Rach Aku tidak tahu bahwa selama ini aku tahu. Aku tidak mengerti bahwa selama ini aku paham. Aku tidak menyadari bahwa selama ini aku telah sadar. Aku tidak perhatian bahwa selama ini aku memerhatikan. Aku tidak melihat apa yang kulihat. Aku tidak mendengar apa yang kudengar. Aku tidak merasa apa yang kurasa.                 Aku telah mengkhianati diriku sendiri. Dusta! Ya, kuakui. Aku telah membohongi diriku selama ini.                 “ Aku tidak ingin hidup bagai bangkai ikan di permukaan air yang mengalir ”, Tetapi kenyataannya malah terseret ke dalam arus kehidupan, terombang-ambing dengan statement-statement tak bertanggung jawab, tersulut emosi dengan kritik tidak membangun, Terjebak dalam lingkaran kemaksiatan, hanya bisa berharap tidak terjerumus dalam gelap dan dinginya kesesatan. “ Aku...

CERITA SINGKAT

SEJARAH BAGIKU Oleh : Febrina Rach Ini adalah catatanku tentang makna sejarah. Sebuah sejarah mungkin hanya akan menjadi cerita penghibur bagi masa depan. Sebuah sejarah hanya akan menjadi dongeng bagi anak-anak sebelum tidur. Tetapi, tanpa disadari kita lupa. Kita hidup karena para pendahulu. Kita ada karena kuatnya mental dan teguhnya hati untuk melepaskan diri dari belenggu kegelapan, kesengsaraan, dan kejahiliahan. Bukankah kisah mereka juga menjadi kisah kita? Bukankah kebahagiaan mereka juga menjadi kebahagiaan kita? Sudah berapa banyak darah yang tumpah? Sudah berapa kubik air mata yang jatuh?

Surat Untuk Kakak

Surat Yang Tak Terbaca  oleh : Twinney  14 Januari 2017, For Our Lovely Brother,         Sejak kecil aku, kamu, dan dia tidak pernah bersenang-senang dalam arti kekeluargaan. Bertengkar, beradu mulut, atau beradu fisik menjadi komunikasi kita yang tak kunjung berakhir. Tanpa kita sadari, hubungan darah tidak menjadi jalan kedekatan kita. Tanpa kami ketahui, kami belum mengenalmu, Mas. Dinginmu adalah perisai bagi kami, Our Hero Brother. Kakak kami yang hilang kini telah kembali. Lama sekali waktu yang kami habiskan untuk menunggumu. Tanpa putus harap kami terus berdo’a agar Allah SWT menunjukkanmu hidayah dan jalan kebenaran.

CERPEN_SERIES

Gambar
MY LITLE ENEMY PART 2 oleh : Febrina Rach              Ini adalah cerita lanjutan dari “ My Litle Enemy ” yang sebelumnya sudah dishare oleh penulis di blog dan akun fb nya. Inspirasi ceritanya sama seperti yang sebelumnya, pengalaman pahit, kecut kayak keleknya Memei, manis kayak wajah penulis, dan separuh khayalan penulis. Jadi kalau dibilang true story ya true but sometimes I manipulate it because I think , me and another figures still need privacy. “ Hoi cebol! Sudah paham belum ? ”, tanyaku tiba-tiba. “ Cebal-cebol! ”, kata Mei tidak terima. Kemudian ia berdiri dan menghampiriku. Setelah itu, ia menusuk lenganku dengan jari telunjuknya yang kayak tusuk gigi itu. “ Cesss ”, kata Mei lirih. “ Hoi, hoi! Kamu ini gak lagi konslet kan? Apa yang kau lakukan, Heh? ”, tanyaku bingung. “ Lagi ngempesin kamu ”, kata Mei terkikik.

Kata-kata_Puisi_OPINI

OPINI Oleh : Febrina Rach Satu dekade berlalu Begitu cepatnya hingga aku tak sadar Aku terus memerhatikannya Ya, kau adalah misteri bagiku                 Banyak orang begitu membencimu                 Banyak orang takut padamu                 Tapi aku selalu berbahagia karenamu                 Bagiku, kau asyik dan penuh tantangan