Postingan

Memoar Braile - Chapter 5

CHAPTER 5 KELUARGA KECIL YANG DIRINDUKAN “ Aini? Sudah bangun, Sayang ”, tanya Sinta yang segera menghampiri Aini, membelainya dan mengecup keningnya. “ Mama? ”, kata Aini yang langsung memeluk Sinta. “ Oh, putriku. Syukurlah kamu kembali ke mama lagi ”, kata Sinta terharu. “ Ma, dia bukannya... ”, kata Aini menunjuk Bram. “ Iya, Aini. Dia papa kamu. Masa sudah lupa ”, kata Sinta seraya mempersilakan Bram. “ Anda? Kenapa Anda bisa ada disini? Bukannya Anda di Jogja? ”, kataku heran. “ Kamu kok sama papa sendiri kaku banget, sayang. Lagipula kenapa kamu bisa tahu kalau papa ke Jogja? ”, kata Sinta. “ Ah.. Nggak apa-apa kok, Ma ”, kata Aini menundukkan kepala. “ Aini, maafkan papa ya ”, kata Bram seraya mendekati Aini. Ketika Bram akan membelai Aini, ia menolak dengan memalingkan wajah darinya. “ Maaf, saya masih butuh waktu. Saya memang ingin Anda berbaikan dengan mama, tetapi maaf, jika Anda meminta saya kembali seperti dulu saya tidak bisa ”, jawab Aini kaku. ...

Memoar Braile - Chapter 4

CHAPTER 4 TAKDIR YANG MENYAKITKAN             Sinta berlari menuju kamar Aini dan dilihatnya seorang pemuda yang berdiri di depan pintu kamar Aini. Namun ia tak mempedulikannya dan segera masuk, disusul oleh Bram. Di dalam kamar, dokter masih menyuntikkan cairan ke dalam tubuh Aini yang tergolek lemah. Aini masih memejamkan matanya. Sinta yang panik, kemudian menghampiri dokter itu.             “ Bagaimana kondisi anak saya? Saya mendapatkan telepon dari suster, dok ”, tanya Sinta panik. “ Ibu tenang dulu, saya akan merawatnya sebentar, Suster tolong antarkan bapak dan ibu ini keluar dulu, ”, kata dokter seraya melanjutkan pengobatan. Suster mengiring mereka keluar, Sinta begitu panik. Aini kembali tak sadarkan diri, kenapa ini? Aini kenapa? Sinta begitu khawatir. Bram yang melilhat kondisi putrinya pun ikut tak kuasa menahan tangis, ia begitu menyesal tidak berusaha...

Memoar Braile - Chapter 3

Gambar
CHAPTER 3 PERTEMUAN TAK TERDUGA Ketika Aini membuka mata, ia melihat ibunya duduk disebelahnya dan terus menggenggam tangan Aini. Aini merasa kasihan pada ibunya yang harus mondar-mandir dari Jakarta karena keteledorannya dalam menjaga kesehatan. Tanpa sadar Aini menangis, ia merasa menyesal telah merepotkan ibunya. “ Aini! Sudah bangun, sayang. Maaf ya, mama baru sempat nengokin Aini ”, kata Sinta membelai kepala Aini dengan lembut seraya mengecup keningnya. “ Maaf ya, Ma ”, kata Aini sesenggukan. “ Sudah, Aini tidak salah apa-apa. Yang penting Aini sudah baik-baik saja ”, kata Sinta menenangkan. “ Aku selalu merepotkan mama, aku gak pernah bahagiakan mama, aku selalu membuat mama khawatir ”, kata Aini “ Siapa bilang kalau kamu merepotkan dan gak pernah bahagiakan mama? Dengan kamu lahir di dunia ini merupakan kado terindah yang Allah berikan untuk mama. Kamu akan selalu jadi kebanggaan mama dan papa ”, kata Sinta. “ Papa? Tidak mungkin, ma! ”, kata Aini kes...

Coma ( ENG Version )

Gambar
 COMA Am I life ? Am I real ? Where is it ? It’s not my world, My home, because I’m alone. No body can see me. Why people can’t see me ? I always talk with people who stay near me, but they can’t hear my voice I tried to hold their hand, but I can’t feel it           Many Years, I lived in these conditions,   No one couldn’t see me. For many years, I lived alone without someone who wanted to hear my word. Every day, after I wake up, I always in a different place than before. They spook with different language, but strangely enough. I always understand their language. I knew their talking about, I knew that she sad or he happy.   I never even know that language before, I think. What kind of case that applies to me? I want to shout, I want to protest, I need the answer. Why I am here ?

Memoar Braile - Chapter 2

Gambar
CHAPTER 2 DIA MEREBUT HATIKU Aini yang menggunakan pakaian berwarna pink pastel duduk di depan kaca berusaha merapikan jilbabnya, ia bersiap menuju ke Yayasan Pelita Harapan Surabaya, yayasan ini bernaung dalam penanganan anak-anak difabel. Aini menjadi sukarelawan di yayasan ini sejak tahun lalu. Ia tahu tentang Yayasan ini ketika ia sedang melakukan perjalanan ke arah Surabaya Utara untuk mencari jejak Bram. Waktu itu, Aini berhasil menyelamatkan Ibu pemilik yayasan yang hampir saja kecopetan. Kemudian, ibu itu mengajak Aini untuk main ke yayasannya. Disitulah pertama kalinya Aini mengenal dunia yang lain dari dunianya. Ia yang sebelumnya merasa hanya dirinyalah yang   mendapat banyak kesulitan menjadi sadar bahwa masih banyak yang lebih sulit dari yang dialaminya. Namun anak-anak disini tak pernah menampakkan wajah cemberut ataupun air mata. Dimana-mana hanya terdengar tawa dan teriakan-teriakan khas anak-anak yang asyik bermain. Hal itulah yang membuat Aini...

Memoar Braile - Chapter 1

Gambar
Kilas Balik di Masa Lalu   “ When the sun is reluctant to shine , let it go moonlight replace “ Kisah ini tentang dua manusia yang dipertemukan dalam benang takdir yang tak terduga. Ketika seorang wanita mencari cinta ibunda tercintanya yang kemudian dipertemukan dengan pemuda tampan yang rapuh. Pertemuan mereka membawa kisah yang berlanjut dalam kehidupan mereka.

Renungan

Gambar
InSelf Oleh : Febrina Rach Aku tidak tahu bahwa selama ini aku tahu. Aku tidak mengerti bahwa selama ini aku paham. Aku tidak menyadari bahwa selama ini aku telah sadar. Aku tidak perhatian bahwa selama ini aku memerhatikan. Aku tidak melihat apa yang kulihat. Aku tidak mendengar apa yang kudengar. Aku tidak merasa apa yang kurasa.                 Aku telah mengkhianati diriku sendiri. Dusta! Ya, kuakui. Aku telah membohongi diriku selama ini.                 “ Aku tidak ingin hidup bagai bangkai ikan di permukaan air yang mengalir ”, Tetapi kenyataannya malah terseret ke dalam arus kehidupan, terombang-ambing dengan statement-statement tak bertanggung jawab, tersulut emosi dengan kritik tidak membangun, Terjebak dalam lingkaran kemaksiatan, hanya bisa berharap tidak terjerumus dalam gelap dan dinginya kesesatan. “ Aku...