CERBER - Dunia Bayangan
DUNIA BAYANGAN
Jiwaku
bergetar
Hatiku
perih
Emosi
benar-benar menguasaiku
Dendam
telah membutakan mata hatiku
Kebencian
menjadi sahabatku
Bagaimana
ini?
Jiwaku
masih saja sakit
Dari dulu, hanya itu yang mampu
kujelaskan tentang hidupku. Aku tidak pernah merasakan apa itu pertemanan, apa
itu persahabatan. Aku begitu benci dengan kehidupanku. Aku bosan dengan dunia
ini, tidak ada lagi yang menarik untukku. Hanya anime-lah yang menjadi teman
setiaku. Bagiku, anime adalah morfin dalam hidupku, tanpanya aku lumpuh,
tanpanya aku sakit. Bersamanya-lah aku bisa merasakan kehidupan, bersamanya-lah
aku bisa merasakan pertemanan. Terserah mereka mau berkata apa, banyak orang
menganggapku aneh, dengan karakterku yang introvert dan moody tidak banyak yang
ingin berteman denganku. Banyak orang yang seakan menganggapku hanyalah sebuah
ilusi, bahkan mereka yang mengaku teman sekelasku pun tak menganggapku. Benar
mungkin aku hanyalah ilusi, mungkin aku hanyalah pengganggu. Saat ini aku
serasa hidup dalam dunia bayangan.
Akan kuceritakan sedikit tentang
kehidupanku yang membosankan, pagi ini aku sudah ditunggu oleh Log Horizon 2. Aku telah janji denganya
untuk menemuinya, dan kini aku bersamanya. Anime ini berkisah tentang para
gamer yang tiba-tiba masuk ke dalam dunia game yang dimainkannya, dan mereka
bersama-sama hidup dalam dunia game. Aku merasa cerita ini sedikit mirip
denganku. Aku terjatuh dalam dunia yang kusebut dunia bayangan, dan aku bahkan
masih belum tahu bagaimana ini semua bisa terjadi.
“ Hei, Jean! Bangun! Kamu gak ke
sekolah? Sudah jam 7 pagi lo “, teriak kakakku, Sony, dari depan pintu.
Baka!
Dia gak tahu kalau aku tidak tidur, Log
Horizon 2 benar-benar menarikku masuk ke dunianya. Aku bahkan tak ingin
melangkahkan kakiku bahkan hanya untuk keluar kamar. Sekolah benar-benar
merenggut kebahagiaanku.
“ Kamu ini, Jean! Kenapa baru bangun
jam segini? Nanti kalau telat bagaimana? “, mama memberiku siraman rohani pagi
hari. Sudah biasa mama melakukan hal ini padaku.
“ Kamu dulu tidak seperti ini, Jean.
Selalu mendapat rangking di kelas, anak yang pintar dan tepat pada janji-janji
yang dibuatnya. Bahkan kamu yang dulu benar-benar peduli terhadap sekeliling.
Lihat anak kucing kelaparan saja kamu sudah memutuskan untuk memeliharanya
walau papa dan mama tidak mengijinkan. Tapi kamu yang sekarang benar-benar
berbeda “,
Benar, aku memang sudah bukan Jean yang dulu. Jean
yang dulu begitu polos, baik, pintar namun sangat bodoh. Begitu bodohnya dia, tanpa sadar tidak menyadari bahwa mereka semua
yang ada disekitarnya telah memanfaatkan kebaikan hatinya. Mereka ada hanya
untuk mengambil keuntungan dariku, mereka ada untukku karena mereka
membutuhkanku. Ketika keperluan mereka selesai, mereka seolah-olah hilang tak
bersisa. Seakan-akan kedekatan kami sebelumnya hanya fatamorgana.
Impian Jean terdahulu adalah memiliki teman yang
benar-benar bisa mengerti akan dirinya, walau hanya seorang. Jean memang
tergila-gila dengan cerita-cerita putri raja yang baik hati, memiliki banyak
kawan yang rela berkorban untuknya. Tapi, semua itu tidak berlaku di kehidupan
Jean. Ketika dia jatuh, tak ada yang menolongnya bahkan ketika dia sakit, tak
ada seorangpun yang menanyakan kabarnya. Begitu menyakitkan hati, ketika kita
sudah melakukan yang terbaik dan kita melakukannnya dengan tulus namun inilah
jawabannya. Kejadian ini terus-menerus berulang seperti rotasi bumi, tidak
pernah berakhir. Oleh karena itulah, aku memutuskan untuk memutus rantai ini,
memutus rantai kebaikanku selama ini. Jika aku terus melakukan hal ini, hatiku
akan benar-benar hancur, beban jiwaku sudah terlalu banyak untuk menampung
semua ini. Tanganku begitu bergetar, hatiku mendidih ketika mengingat-ngingat
tentang mereka yang hanya berwajah manis palsu padaku. Ingin kurobek
keepura-puraan mereka. Jika tidak ada Tuhan dalam dunia ini, jika tidak ada
hukum yang mengatur dunia ini. Aku tidak akan segan-segan untuk membunuh
mereka. Akan kupersiapkan skenario cantik sebagai kado kematian untuk mereka.
Jean yang sekarang sudah tidak lagi mempercayai siapapun bahkan kedua orang tuanya.
Aku, Jean Chandri, telah memutuskan untuk berhenti berbuat baik dan aku akan
melakukan apa yang kalian lakukan padaku. Aku akan hidup dalam kepura-puraan,
dan kesendirian. Kini, aku benar-benar sendiri.
Semua keindahan dalam kehidupan hanya ada di dalam
bayanganku, semua terjadi begitu mudah, sesuai dengan keinginanku. Namun, semua
itu hanyalah ada di dalam istana pikiranku. Tidak ada satupun kenyataan yang
terjadi sesuai keinginanku. Semua terjadi begitu saja, begitu menyakitkan
hingga aku muak untuk menceritakannya. Aku benar-benar merasa sendiri.
Apa salahku tuhan?
Kenapa aku selalu merasa kesepian
Tanpa kawan, tanpa keceriaan
Setiap hari
Jiwaku menjerit
Terlihat banyak teman disekitarku,
Namun, tak satupun dari mereka yang kukenal
Tak ada seorangpun yang menerimaku menjadi sahabat
Pemanfaatan, keegoisan dan keuntungan
Hanya itu yang kurasa ketika mereka dekat denganku
Mereka mungkin membenci kekuranganku
Mereka mungkin tidak suka padaku
Yang kurasa, mereka terus saja berpura-pura
Baik dihadapanku hanya untuk keepentingan mereka
Senyum dihadapanku hanya untuk memanfaatkan
Aku gak butuh
semua itu......
Kuletakkan tasku di lab komputer, kemudian ku
keluarkan laptop. Yap, hari ini adalah hari yang paling kubenci. Dua praktikum,
dan semuanya harus “Ngoding”, lebih
baik aku nonton anime saja, pikirku.
“Hei, Jean! Kamu gak ngerjakan praktikumnya bu
Tia?”, kata Arni, teman sebangkuku.
“Gak ah, males. Banyak janji yang menungguku”,
sahutku. ( padahal yang sedang menungguku adalah anime ku yang belum kutonton
).
“Bohong banget, lu. Aku itu tau kamu, ya. Dasar
penggila”, cibir Ar.
“ terserah lu deh “, kataku cuek
“ ah kamu ini, Lu lu an. Makan nasi juga “, cerocos
Ar.
Dia ini ngeselin banget, tapi satu-satunya orang
yang mengerti aku saat ini. Setiap hari selalu bersama, menghabiskan waktu
bersama. Benar- Silakan Beri Komentar Anda :D

Komentar